Beranda blog Halaman 8

Seminar MUI Bahas Sinergi Suami Istri Dihadiri Lebih 100 Peserta yang Antusias

KUALA TUNGKAL – Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi membuka seminar Majelis Ulama Indonesia (MUI) bertema “Sinergi Suami Istri dalam Rumah Tangga di Zaman Siap Saji Perspektif Hukum Keluarga Islam” di Aula IAI An-Nadwah, Kamis (13/11). Seminar ini bertujuan memperkuat ketahanan keluarga muslim dengan merumuskan pola hubungan suami-istri yang harmonis berdasarkan nilai-nilai Islam di tengah gempuran era digital dan budaya instan melalui pendekatan fiqh keluarga yang relevan.

Acara yang diselenggarakan oleh MUI Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini dihadiri oleh seluruh unsur penting daerah. Turut hadir unsur Forkopimda, Ketua MUI, Ketua Yayasan An-Nadwah, Wakil Rektor III IAI An-Nadwah, serta para ketua organisasi perempuan se-Tanjung Jabung Barat. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama dalam membangun fondasi keluarga yang kokoh.

Dalam sambutan pembukaannya, Bupati Anwar Sadat memberikan penekanan mendalam tentang makna sinergi suami istri dalam perspektif Islam. Menurutnya, hubungan pasangan suami istri tidak boleh dipandang sekadar sebagai pembagian tugas dan peran yang kaku. “Dalam hukum keluarga Islam, sinergi antara suami dan istri merupakan penyatuan visi dan nilai dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” tegas Bupati.

Bupati melanjutkan penjelasannya dengan mendudukkan posisi suami dan istri secara proporsional. “Suami bukan hanya pemimpin, tetapi juga pelindung dan pendidik. Begitu pula istri bukan sekadar pendamping, melainkan penyeimbang, penguat, dan sumber ketenangan,” ujarnya di hadapan ratusan peserta seminar. Keseimbangan peran inilah yang menjadi kunci terciptanya keluarga harmonis.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti tantangan berat yang dihadapi sinergi suami istri di era modern. Derasnya arus digitalisasi, gempuran media sosial, dan budaya konsumtif yang mengglobal dinilainya telah menggerus banyak nilai-nilai keluarga tradisional. “Banyak nilai-nilai keluarga yang mulai tergerus oleh persepsi modernitas yang keliru. Oleh karena itu, kita perlu mengembalikan makna keluarga sebagai pusat nilai, bukan sekadar tempat tinggal,” tegasnya dengan serius.

Dalam konteks inilah, Bupati menekankan peran strategis MUI, khususnya melalui Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga. Lembaga ini diharapkan dapat menanamkan pemahaman Fiqh Al-Usrah yang berakar pada maqashid syariah. Pendekatan fiqh keluarga yang kontekstual ini diharapkan mampu membekali umat dalam menavigasi kehidupan modern tanpa kehilangan arah spiritual dan nilai-nilai ilahiah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan seperti ini. Keharmonisan keluarga adalah fondasi bagi keharmonisan masyarakat,” ujar Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah. Dukungan ini merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan harapan besar terhadap output dari seminar ini. Beliau berharap dapat lahir rekomendasi dan gagasan strategis, baik dalam bentuk materi edukasi maupun kerangka kebijakan sosial-keagamaan yang aplikatif. Rekomendasi ini diharapkan dapat langsung diimplementasikan untuk memperkuat ketahanan keluarga muslim di Tanjung Jabung Barat, dimulai dari unit terkecil masyarakat yaitu rumah tangga.

Seminar yang menghadirkan pakar hukum keluarga Islam ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran kolektif tentang pentingnya membangun sinergi suami istri yang solid. Di tengah tantangan “zaman siap saji” yang serba instan dan individualis, ketahanan keluarga yang dibangun atas dasar nilai-nilai Islam menjadi benteng terkokoh bagi terpeliharanya moralitas dan identitas masyarakat Tanjung Jabung Barat yang religius.

124 Koperasi Merah Putih Ikut Pelatihan SDM Unggul untuk Indonesia Emas

KUALA TUNGKAL – Sebanyak 124 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM yang dibuka secara resmi oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., di Pola Atas Kantor Bupati, Kamis (13/11). Kegiatan ini bertujuan menyiapkan talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kapasitas pengelolaan koperasi yang profesional dan berkelanjutan.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan daerah. Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., hadir memberikan dukungan penuh, bersama dengan Kabid Pengawasan dan Pemeriksaan Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi Drs. Alfiansyah, M.M. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun koperasi yang tangguh.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Pelatihan SDM Koperasi ini. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. “Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di daerah kita,” ujar Bupati.

Bupati memaparkan perkembangan menggembirakan dari Koperasi Merah Putih di Tanjung Jabung Barat. Hingga saat ini, telah terbentuk 14 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar merata di seluruh 13 kecamatan. Pencapaian ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam membangun lembaga ekonomi berbasis gotong royong.

Fokus usaha Koperasi Merah Putih difokuskan pada pengembangan bisnis yang memiliki dampak langsung bagi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Dua sektor utama yang sedang digarap adalah perdagangan beras SPHP (Sistem Pengendalian Harga Pangan) dan distribusi gas LPG 3 kilogram. “Kedua komoditas ini merupakan kebutuhan vital yang harus dapat diakses masyarakat dengan harga terjangkau,” tegas Bupati.

Untuk memastikan keberlanjutan koperasi, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pengurus Koperasi Merah Putih dengan BUMDes dan BMG. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling menguatkan. “Banyak hal yang bisa dikerjasamakan untuk memastikan koperasi tidak hanya berkembang secara kuantitas, tetapi juga kualitas,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berkomitmen penuh untuk mendukung dan mendorong gerakan koperasi. Dukungan ini akan diberikan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. “Koperasi harus menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah dan penopang kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Bupati.

Pelatihan SDM Koperasi kali ini menghadirkan narasumber-narasumber berkualitas tinggi dari kalangan akademisi. Hadir sebagai pembicara para guru besar dan doktor dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi, antara lain Prof. Dr. Drs. Zulgani, M.P., Prof. Dr. Drs. Syahmardi Yacob, M.BA., Prof. Dr. Junaidi, S.E., M.Si., Dr. Zamzami, S.E., M.S., dan Dr. Achmad Hizazi, S.E., M.Com.

Di akhir sambutannya, Bupati berpesan kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan optimal. “Kesempatan belajar langsung dari para profesor dan pakar ekonomi ini sangat berharga. Manfaatkan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dan jangan ragu bertanya hal-hal yang belum dipahami,” tutup Bupati mengingatkan.

Pelatihan yang mengusung tema “Sumber Daya Manusia dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045” ini diharapkan dapat mencetak pengurus koperasi yang andal dan profesional. Dengan SDM yang mumpuni, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Tanjung Jabung Barat.

Hari Pahlawan 2025: Bupati Pimpin Upacara Khidmat & Hormati Veteran

KUALA TUNGKAL – Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Pahlawan 2025 yang digelar di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal, Senin (10/11). Upacara khidmat ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk menundukkan kepala mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneladani nilai-nilai kesabaran, pengorbanan, dan visi jauh ke depan mereka dalam mengisi kemerdekaan.

Ribuan peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, anggota DPRD, Sekretaris Daerah, pejabat tinggi pratama, instansi vertikal, organisasi wanita, TNI/Polri, ASN, pelajar, dan tamu undangan memadati alun-alun dengan khidmat. Seragam lengkap dan rapi mereka menciptakan panorama yang penuh semangat kebangsaan, mencerminkan kesatuan dan persatuan dalam memaknai perjuangan para pendahulu bangsa.

Dalam kapasitasnya sebagai Inspektur Upacara, Bupati Anwar Sadat membacakan sambutan resmi Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf. Amanat tersebut menyentuh relung hati, mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini bukanlah hadiah, melainkan hasil dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan para pahlawan. “Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” ujar Bupati dengan penuh penghayatan.

Sambutan Menteri Sosial lebih lanjut memaparkan tiga teladan utama yang dapat dipetik dari perjuangan para pahlawan. Pertama, adalah kesabaran luar biasa dalam menempuh ilmu, menyusun strategi perjuangan, dan membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan serta perbedaan pandangan. Kedua, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. Ketiga, adalah pandangan jauh ke depan yang menjadi fondasi cita-cita bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Semangat perjuangan tersebut, menurut amanat yang dibacakan Bupati, merupakan modal besar yang tidak ternilai bagi generasi masa kini. Modal inilah yang harus dirawat dan dihidupkan untuk melanjutkan cita-cita luhur bangsa yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan darah dan jiwa. Setiap warga negara diajak untuk menjadi pahlawan masa kini dalam bidangnya masing-masing.

Baca juga :

Bupati Anwar Sadat Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2025: Duka Cita atas Tragedi Sidoarjo dan Panggilan Inovasi Santri

Dalam konteks kekinian, semangat perjuangan para pahlawan tersebut dihidupkan melalui implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Program-program strategis nasional ini berfokus pada upaya memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, serta membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. Ini adalah bentuk nyata melanjutkan estafet perjuangan.

“Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita — bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus,” seru Bupati Anwar Sadat menutup sambutan Menteri Sosial, mengajak semua pihak untuk bergerak bersama.

Puncak dari acara yang penuh makna ini adalah doa bersama yang dipanjatkan untuk kemuliaan para pahlawan yang telah gugur. Tidak kalah mengharukan, dilanjutkan dengan momen penyerahan tanda penghormatan secara simbolis kepada para veteran yang hadir. Penghargaan ini merupakan bentuk nyata apresiasi dan terima kasih pemerintah dan masyarakat atas segala jasa, pengorbanan, dan pengabdian mereka dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemeriahan sang saka Merah Putih.

Haul Abah Guru Abdullah Ke-5: Bupati Anwar Sadat Teladani Nilai Ulama

KUALA TUNGKAL – Ratusan umat Muslim memadati Pondok Pesantren Al-Ghozaliyah di Kelurahan Tungkal II, Ahad (9/11/2025), untuk memperingati Haul Abah Guru Abdullah bin Syekh Abdul Wahab Ke-5. Acara yang penuh khidmat ini dihadiri Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., yang merupakan keponakan dari almarhum, sebagai bentuk penghormatan dan upaya meneladani nilai-nilai perjuangan ulama dalam membimbing umat melalui refleksi spiritual dan keteladanan akhlak.

Suasana religius dan penuh hikmah menyelimuti seluruh area pesantren. Kehadiran Bupati Anwar Sadat bersama istri, Hj. Fadhilah Sadat, bukan sekadar formalitas kepemimpinan, melainkan wujud kedekatan emosional dan ikatan keluarga yang erat. Abah Guru Abdullah adalah pamannya sendiri—adik dari ayahanda tuan guru KH. Muhammad Ali bin Syekh Abdul Wahab. Hal ini memberikan nuansa yang sangat personal dan mengharukan dalam setiap prosesi acara.

Dalam sambutannya yang penuh ketulusan, Bupati Anwar Sadat menekankan makna mendalam dari peringatan haul. Menurutnya, acara semacam ini harus dipandang lebih dari sekadar ritual mengenang. “Haul Abah Guru Abdullah ini adalah pengingat hidup bagi kita semua untuk senantiasa menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat silaturahmi, dan yang terpenting, meneruskan estafet perjuangan para ulama dalam membimbing masyarakat menuju ketakwaan,” ujar Bupati di hadapan para jamaah yang hadir.

Penceramah utama, Drs. Muhammad Ismail, M.Ag., yang tak lain adalah putra dari almarhum sekaligus pimpinan Zawiyah Nurul Muhibbin Jambi, hadir memberikan tausiyah yang menyentuh relung hati. Dengan kefasihan dan kedalaman ilmunya, ia mengisahkan perjalanan hidup dan perjuangan dakwah Abah Guru Abdullah. Keteguhan hati, kesabaran, dan keikhlasan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam menjadi pelajaran berharga yang diwariskan kepada generasi penerus.

Akhlak mulia yang menjadi ciri khas Abah Guru Abdullah menjadi titik berat dalam mauizatul hasanah yang disampaikan. Para jamaah diajak untuk tidak hanya mengagumi, tetapi benar-benar meneladani sikap hidup beliau yang sederhana, rendah hati, namun gigih dalam pengabdian. Setiap nasihat yang mengalir lembut dari Drs. Muhammad Ismail berhasil menciptakan ruang kontemplasi bagi setiap individu yang hadir.

Baca juga :

Kesalehan Sosial Berpuasa

Kehangatan acara semakin terasa dengan kehadiran keluarga besar Abah Guru Abdullah, para ulama, dan tokoh masyarakat dari berbagai penjuru. Mereka berkumpul bukan hanya untuk memenuhi undangan, tetapi untuk merajut kembali ikatan persaudaraan (ukhuwah) yang telah dibina almarhum. Lantunan zikir dan doa bersama yang dikumandangkan menciptakan gelombang spiritualitas yang kuat, menyatukan hati dan pikiran seluruh hadirin untuk mendoakan kebaikan almarhum.

Bagi Bupati Anwar Sadat, peringatan Haul Abah Guru Abdullah yang ke-5 ini memiliki dimensi makna yang ganda dan sangat personal. Di satu sisi, beliau hadir sebagai pemimpin daerah yang memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan yang membangun karakter masyarakat. Di sisi lain, ia hadir dengan hati seorang keponakan yang merindukan dan menghormati jasa-jasa sang paman yang juga merupakan figur guru spiritual.

Perpaduan antara peran publik dan ikatan personal ini menjadikan kehadiran Bupati semakin bermakna dan diapresiasi oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan kepemimpinan yang tidak tercerabut dari akar budaya dan religiusitas lokal. Kehadirannya menjadi jembatan yang memperkuat hubungan emosional antara pemerintah daerah dengan warganya, yang diikat oleh nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal.

Secara keseluruhan, peringatan Haul Abah Guru Abdullah telah berhasil menjadi lebih dari sekadar acara tahunan. Ia bertransformasi menjadi sebuah pertemuan spiritual besar-besaran yang memperkuat fondasi sosial dan keagamaan masyarakat Kuala Tungkal. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai luhur yang diajarkan seorang ulama dapat terus hidup, menginspirasi, dan menyatukan masyarakat bahkan lama setelah ia berpulang.

Safari Subuh Bupati: 500 Juta Dialokasikan untuk Perbaikan Drainase

KUALA TUNGKAL – Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menjalin silaturahmi dan dialog langsung dengan masyarakat melalui Safari Subuh di Masjid Jamalia, Kelurahan Tungkal II, Jumat (7/11). Kegiatan ini menjadi sarana efektif bagi pemerintah untuk menyampaikan progres pembangunan, terutama penanganan banjir dan perbaikan drainase, sekaligus menyerap aspirasi warga secara lebih personal dan berdampak.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pelaksanaan Safari Subuh yang dihadiri oleh jajaran pejabat teras daerah. Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda), para Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Tungkal Ilir, Lurah Tungkal II, serta Ketua BAZNAS Tanjung Jabung Barat. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pembuat kebijakan tetapi juga sebagai pendengar yang aktif.

Dalam dialognya, Bupati Anwar Sadat secara rinci memaparkan langkah konkret yang sedang dijalankan untuk mengatasi persoalan banjir dan genangan air yang kerap melanda kawasan tersebut. “Kami sedang melakukan peninggian badan jalan disertai dengan pembangunan dan perbaikan saluran air secara komprehensif. Tujuannya jelas, agar kawasan ini lebih tertata, bebas banjir, dan nyaman dilalui masyarakat,” jelas Bupati. Ia menambahkan, anggaran sebesar Rp 500 juta telah dialokasikan untuk percepatan pembangunan drainase di lokasi strategis ini.

Bupati juga tidak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif. Menurutnya, program infrastruktur yang digerakkan dari atas harus diimbangi dengan kesadaran dari bawah. “Kami mengimbau partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tumpukan sampah yang menyumbat saluran air adalah masalah kita bersama. Mari kelola sampah dengan baik untuk mencegah genangan dan kerusakan pembangunan drainase yang telah kita perbaiki,” serunya.

Related: Akurasi Data Bantuan Sosial: 150 Paket Sembako Bukti Nyata Perangi Salah Sasaran!

Menanggapi pertanyaan warga mengenai iuran pemakaman, Bupati memberikan klarifikasi tegas dan transparan. Beliau menjelaskan bahwa biaya yang dimaksud bukanlah upah untuk penggalian, melainkan dana yang diberikan langsung kepada tukang gali untuk membeli kayu penyangga kubur. “Pembayaran dilakukan langsung ke tukang gali, bukan kepada pengelola atau panitia. Prinsipnya, tidak ada biaya yang dikelola tanpa kejelasan dan pertanggungjawaban,” tegasnya, menghilangkan keraguan yang beredar di masyarakat.

Sebagai wujud kepedulian sosial yang nyata, dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan berbagai bantuan. Bantuan Tasharruf ZIS sebesar Rp 5 juta diserahkan untuk operasional Masjid Jamalia. Tidak hanya itu, santunan diberikan kepada 10 anak yatim dan 10 takmir masjid, serta paket sembako didistribusikan kepada 20 lansia dhuafa. Bantuan program penanganan stunting juga turut disalurkan, menunjukkan pendekatan pembangunan yang holistik, menyentuh aspek infrastruktur dan kemanusiaan.

Usai menuntun rangkaian Safari Subuh, Bupati beserta rombongan tidak langsung beranjak. Mereka melanjutkan agenda dengan meninjau langsung progres pembangunan drainase di sekitar lokasi. Tinjauan lapangan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap program yang dijanjikan di ruang dialog, benar-benar diwujudkan di lapangan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah semakin kokoh.

107 Anggota FKUB Rakor Wujudkan Tanjab Barat BERKAH Madani

KUALA TUNGKAL – Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten setempat di Aula Hotel Grand Ar-Riyadh, Rabu (5/11). Rakor yang mengusung tema optimalisasi peran FKUB ini bertujuan memperkuat sinergi guna mewujudkan visi daerah BERKAH Madani melalui pilar Kerukunan Umat Beragama yang kokoh dan berkelanjutan.

Acara strategis ini berlangsung penuh khidmat dan dihadiri oleh seluruh unsur kunci pembangunan sosial keagamaan di daerah. Tampak hadir Ketua FKUB Provinsi Jambi, perwakilan unsur Forkopimda, jajaran Kantor Kementerian Agama, Badan Kesbangpol, serta Camat Tungkal Ilir. Kehadiran para pengurus FKUB dari tingkat kecamatan hingga kabupaten menandakan komitmen kolektif untuk menyatukan visi dan aksi dalam menjaga harmoni.

Dalam sambutan pembukaannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prakarsa penyelenggaraan rakoor ini. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini jauh lebih bernilai daripada sekadar agenda administratif belaka. “Ini adalah momentum strategis untuk memperkuat kebersamaan, persaudaraan, dan solidaritas lintas umat beragama di tanah air kita tercinta, Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan,” ucap Bupati.

Bupati lebih lanjut menjelaskan bahwa semangat Kerukunan Umat Beragama yang dibangun FKUB merupakan jiwa dari visi besar Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yaitu BERKAH Madani. Visi tersebut, menurutnya, hanya akan terwujud apabila nilai-nilai kerukunan hidup beragama benar-benar dijadikan sebagai landasan fundamental dalam setiap perilaku masyarakat dan pengambilan kebijakan pemerintahan. “Ini adalah pondasi bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang kita cita-citakan bersama,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

Harapan besar ke depan, rakoor ini akan mempertajam sinergi antara FKUB di tingkat kabupaten dan kecamatan. Bupati menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung penuh setiap langkah dan inisiatif FKUB dalam menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan harmonis bagi seluruh lapisan masyarakat. Dukungan ini diwujudkan sebagai ikhtiar bersama untuk merawat kedamaian yang telah menjadi modal sosial terbesar daerah.

Di sisi lain, Ketua FKUB Tanjung Jabung Barat H. Moh. Arsyad, dalam laporannya mengungkapkan bahwa rakoor kali ini diikuti oleh 107 peserta yang berasal dari perwakilan FKUB se-kecamatan dan tingkat kabupaten. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk memperkuat pemahaman, menyamakan persepsi, serta mengoordinasikan langkah kerja ke depan agar selaras dengan tugas dan fungsinya berdasarkan Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 9 dan 8 Tahun 2006. Dengan dasar hukum yang jelas, diharapkan setiap aksi yang dilakukan lebih terarah dan berdampak.

Melalui rakoor yang melibatkan 107 orang kader perekat bangsa ini, diharapkan lahir rumusan dan strategi konkret yang dapat berkontribusi nyata bagi upaya pemerintah daerah. Kontribusi tersebut diharapkan mampu memperkuat persatuan dan Kerukunan Umat Beragama di Tanjung Jabung Barat, mengantarkan daerah ini menuju terwujudnya masyarakat BERKAH Madani yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga damai dan rukun dalam keberagaman.

Ketua RT Kunci Keakuratan Data Sosial Ekonomi 2025, Insentif Ditunggu

KUALA TUNGKAL – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menegaskan peran sentral Ketua RT sebagai kunci utama memastikan keakuratan Data Sosial Ekonomi Nasional tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Rapat Persiapan Verifikasi dan Validasi Data di Balai Pertemuan Kantor Bupati, Rabu (5/11). Langkah ini penting untuk menjamin bantuan sosial pemerintah tepat sasaran dan berkeadilan, dengan mengandalkan ketelitian para Ketua RT di lapangan.

Rapat strategis yang digelar oleh Dinas Sosial ini dihadiri oleh seluruh pimpinan wilayah dan unsur terkait, mencerminkan tingkat urgensi dari agenda nasional ini. Turut hadir Sekretaris Daerah, Kepala BPS, para Kepala OPD, serta seluruh Camat, Lurah, dan Kepala Desa se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kehadiran Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) juga menegaskan pendekatan kolaboratif dalam membangun basis data yang terintegrasi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam arahannya yang tegas, Bupati Anwar Sadat mendesak semua pihak, terutama para Ketua RT, untuk bekerja dengan serius dan akurat. Ia menekankan bahwa data harus bersumber dari kondisi riil masyarakat, di mana Ketua RT bersama dengan Lurah dan Kepala Desa merupakan garda terdepan yang paling memahami dinamika keseharian warga. “Jangan sampai ada data yang tidak sesuai, karena dampaknya bisa menghambat penyaluran bantuan bagi yang benar-benar membutuhkan,” tegas Bupati, mengingatkan dampak fatal dari kesalahan data.

Tidak hanya imbauan, Bupati juga menyampaikan konsekuensi nyata bagi yang lalai. Pemerintah daerah akan menerapkan sanksi tegas berupa penundaan pembayaran insentif bagi Ketua RT yang tidak melaksanakan tugas pendataan sesuai dengan ketentuan dan timeline yang telah ditetapkan. “Bagi RT yang tidak melaksanakan verifikasi dan validasi Data Sosial Ekonomi, insentifnya akan ditunda sampai tugas selesai dilakukan. Ini bentuk kedisiplinan agar semua pihak menjalankan perannya dengan tanggung jawab,” ujar Bupati. Kebijakan ini diharapkan menjadi pendorong disiplin bagi seluruh jajaran.

Agar proses berjalan efektif, Bupati juga menginstruksikan para Camat untuk memimpin pembinaan dan koordinasi intensif. Koordinasi ini melibatkan seluruh perangkat desa dan kelurahan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping PKH, serta menggalang partisipasi masyarakat melalui forum musyawarah desa atau kelurahan. Menurutnya, hanya dengan kerja kolaboratif yang transparan, akuntabilitas proses verifikasi data ini dapat terwujud. “Kita ingin setiap data yang masuk benar-benar akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Keakuratan Data Sosial Ekonomi ini menjadi fondasi kritikal mengingat besarnya program bantuan yang akan disalurkan sepanjang 2025. Bupati menyebutkan beragam bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT Kesra, hingga Bansos Beras Bulog. Di tingkat provinsi, terdapat program Dumisake RS RTLH dan PBI APBD, sementara Pemkab Tanjab Barat menyalurkan bantuan sembako, paket permakanan bagi kelompok rentan, dan perbaikan rumah bagi keluarga kurang mampu.

Berkat persiapan yang matang dan komitmen tinggi dari seluruh pihak, Tanjung Jabung Barat berhasil mencatatkan diri sebagai kabupaten tercepat di Provinsi Jambi yang melaksanakan persiapan verifikasi dan validasi data tunggal untuk tahun 2025. Capaian ini menjadi modal awal yang baik untuk membangun sistem penyaluran bantuan yang lebih tepat, efektif, dan berintegritas, dengan para Ketua RT sebagai pahlawan data di garis terdepan.

Koperasi Desa Merah Putih Dusun Mudo Resmi Beroperasi, 7 Anak Stunting Dapat Bantuan

DUSUN MUDO – Koperasi Desa Merah Putih pertama akhirnya resmi beroperasi di Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik, Tanjung Jabung Barat, pada Selasa (4/11). Peresmian yang langsung dipimpin oleh Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa berbasis semangat gotong royong dengan menjadikan koperasi sebagai ujung tombak pemberdayaan masyarakat.

Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri oleh seluruh unsur penting pembangunan daerah. Tampak hadir para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Muara Papalik beserta jajaran Forkopimcam, dan pimpinan dari dunia usaha seperti Kepala Cabang Bulog Kuala Tungkal serta perwakilan PT Pertamina Patra Niaga. Kehadiran narasumber dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi juga memberi warna akademis, menandakan kolaborasi multi-pihak untuk kesuksesan koperasi ini. Dukungan dari seluruh komponen masyarakat ini memperlihatkan komitmen kolektif dalam menopang pondasi ekonomi baru tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan posisi sentral koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi kerakyatan. Ia dengan lugas menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi penjaga nyala semangat gotong royong dan keadilan sosial yang menjadi ruh ekonomi Indonesia. “Koperasi adalah wujud nyata dari kerja bersama menuju kesejahteraan bersama. Kehadirannya bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi wadah pemberdayaan bagi masyarakat untuk mengelola potensi lokal dan menumbuhkan solidaritas ekonomi berbasis desa,” tegas Bupati.

Harapan besar tentu disematkan pada pengurus dan anggota koperasi. Bupati Anwar Sadat menekankan pentingnya mengedepankan integritas, transparansi, dan profesionalisme dalam setiap operasionalisasi koperasi. Ia mengingatkan agar Koperasi Desa Merah Putih di Dusun Mudo ini tidak berhenti pada seremoni belaka, namun harus benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. “Pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan, pelatihan, dan dukungan fasilitas agar koperasi tumbuh sehat dan berkelanjutan,” tambahnya, seraya menjadikan koperasi ini sebagai model percontohan bagi desa-desa lain.

Lebih mendalam, Bupati menjelaskan bahwa pendirian koperasi ini merupakan implementasi nyata dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Dengan landasan hukum yang kuat ini, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat optimal dalam memanfaatkan segala potensi lokal, meningkatkan nilai tambah produk unggulan desa, serta menyediakan layanan yang dibutuhkan masyarakat, mulai dari simpan-pinjam hingga pemasaran.

Tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, peresmian ini juga diwarnai dengan kepedulian sosial. Pada kesempatan yang sama, Bupati Anwar Sadat secara simbolis menyerahkan bantuan kepada tujuh anak yang tergolong stunting, menunjukkan pendekatan pembangunan yang holistik dan berkeadilan. Usai penyerahan bantuan, Bupati didampingi para pejabat dan pengurus koperasi meninjau langsung fasilitas serta proses awal kegiatan operasional koperasi. Kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi komitmen pemerintah untuk memastikan koperasi ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi perekonomian tetapi juga bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Dusun Mudo ke depannya.

Bupati Anwar Sadat Resmikan Gedung Baru MIS El-Hafiz: Perkuat Pendidikan Agama di Tungkal Ulu Tanjung Jabung Barat

Tungkal Ulu – Suasana haru dan gembira memenuhi halaman Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) El-Hafiz di Kelurahan Pelabuhan Dagang, Kecamatan Tungkal Ulu, saat Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso, M.A., S.E., M.E., meresmikan penambahan gedung baru pada Jumat, 24 Oktober 2025. Peresmian gedung baru MIS El-Hafiz ini menjadi simbol komitmen Pemkab Tanjung Jabung Barat untuk memperkuat pondasi pendidikan agama bagi generasi muda, khususnya di wilayah pinggiran yang kaya potensi tapi sering kekurangan fasilitas belajar. Kedatangan rombongan bupati disambut riang oleh puluhan siswa-siswi berpakaian seragam putih abu-abu, lengkap dengan yel-yel dan karpet merah yang digelar khusus, menciptakan momen yang tak terlupakan bagi komunitas setempat.

Bupati Anwar Sadat, yang dikenal dekat dengan isu pendidikan, menyampaikan bahwa kunjungannya ini bagian dari agenda silaturahmi rutin Pemkab. “Saya bangga melihat perkembangan MIS El-Hafiz. Ini adalah upaya nyata untuk membekali anak-anak kita dengan pendidikan agama yang kokoh, agar mereka siap menghadapi arus modernitas tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya dalam sambutan yang hangat. Saat ini, madrasah yang didirikan sejak 2015 ini sudah memiliki tiga ruang kelas dengan 70 siswa putra dan putri dari berbagai latar belakang. Penambahan gedung baru ini, yang mencakup dua ruang kelas tambahan plus fasilitas sanitasi, diharapkan bisa mengakomodasi peningkatan siswa hingga 50 persen dalam tahun ajaran depan. “Dengan ruang belajar yang lebih nyaman dan optimal, proses mengajar-mengajar akan lebih efektif. Saya ingin lulusan MIS El-Hafiz bukan hanya pintar akademik, tapi juga berakhlak mulia, berlandaskan Al-Qur’an dan sunnah—sebagai calon pemimpin masa depan Tanjung Jabung Barat,” tambahnya, disambut anggukan setuju dari para orang tua siswa yang hadir.

Di Kecamatan Tungkal Ulu, yang berbatasan dengan perairan sungai dan perkebunan sawit luas, pendidikan agama seperti di MIS El-Hafiz menjadi penyangga penting di tengah tantangan urbanisasi. Banyak anak di sini bergantung pada madrasah swasta karena sekolah negeri terbatas, dan program integrasi ilmu umum dengan agama di sini telah terbukti efektif. Misalnya, siswa kelas atas rutin mengikuti kelas komputer dasar sekaligus hafalan surah pendek, mempersiapkan mereka untuk ujian madrasah dan kompetisi MTQ tingkat kabupaten. Bupati Anwar Sadat menekankan bahwa dukungan Pemkab tak berhenti di peresmian; ia berjanji untuk mengalokasikan bantuan operasional tahunan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, termasuk pelatihan guru untuk metode blended learning yang menggabungkan kurikulum nasional dengan pengajaran fiqih sehari-hari.

Sementara itu, Camat Tungkal Ulu, Nanda Liza, S.K.M., M.M., menyampaikan rasa syukur atas kehadiran bupati. “Kunjungan ini adalah bukti betapa Pemkab Tanjung Jabung Barat peduli dengan pendidikan agama di pelosok. MIS El-Hafiz telah menjadi harapan bagi warga Pelabuhan Dagang, yang mayoritas nelayan dan petani kecil. Dengan gedung baru, kami yakin pendaftaran siswa akan melonjak, dan kualitas lulusan semakin terangkat,” katanya. Camat juga menyoroti inisiatif lokal seperti program “Santri Cinta Lingkungan”, di mana siswa madrasah membersihkan sungai Tungkal secara rutin, mengajarkan nilai amanah dan peduli alam—sesuai dengan visi daerah yang hijau dan berkelanjutan.

Sebelum meninggalkan lokasi, rangkaian peresmian gedung baru MIS El-Hafiz dilanjutkan dengan ritual tanda tangan prasasti oleh Bupati Anwar Sadat, yang diukir dengan tanggal bersejarah tersebut. Tak berhenti di situ, ia menyerahkan bantuan tunai Rp10 juta dari BAZNAS Tanjung Jabung Barat untuk kebutuhan operasional, seperti pembelian buku pelajaran dan alat peraga ajar. Sesi foto bersama pun tak ketinggalan, di mana bupati berpose ramah dengan siswa-siswi yang memegang plakat “Terima Kasih Bupati Anwar Sadat”. Kunjungan ditutup dengan peninjauan singkat ke ruang kelas baru, di mana Bupati berbincang santai dengan guru dan siswa, bertanya tentang mimpi mereka—dari ingin jadi dokter hingga hafidz Qur’an profesional.

Acara peresmian ini dihadiri oleh Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat Augustinus Siahaan, S.H., Kabag Kesra Setda, Ketua BAZNAS Tanjab Barat, serta seluruh pengurus MIS El-Hafiz. Kehadiran mereka menambah bobot acara, menunjukkan sinergi antara legislatif, eksekutif, dan komunitas madrasah. Di Tanjung Jabung Barat, di mana pendidikan agama menjadi prioritas RPJMD 2021-2026, inisiatif seperti ini telah meningkatkan angka partisipasi siswa madrasah hingga 15 persen. Program serupa di kecamatan lain, seperti pembangunan asrama santri di Muara Sabak, telah melahirkan alumni yang sukses di universitas Islam ternama. Dengan dukungan Pemkab, MIS El-Hafiz berpotensi menjadi model madrasah unggulan, tidak hanya di Jambi tapi nasional.

Peresmian gedung baru MIS El-Hafiz ini lebih dari sekadar pembangunan fisik; ia adalah investasi untuk masa depan yang beriman dan cerdas. Bagi warga Tungkal Ulu, yang sering bergulat dengan akses transportasi ke pusat kota, madrasah ini seperti oasis pendidikan di tengah hiruk-pikuk kehidupan nelayan. Pemkab mengajak masyarakat untuk terlibat, misalnya melalui donasi BAZNAS atau relawan mengajar. Ini saatnya kita semua bangun generasi emas yang tak hanya hafal doa, tapi juga berinovasi untuk bangsa. Selamat berkarya, MIS El-Hafiz—semoga menjadi cahaya harapan bagi Tanjung Jabung Barat.

Bupati Anwar Sadat Resmi Buka Jambore Pramuka 2025: Bangun Karakter Generasi Muda di Tanjung Jabung Barat

Betara – Semangat kepramukaan yang membara menyapa Desa Muntialo saat Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, secara resmi membuka Jambore Pramuka 2025. Acara yang digelar pada Kamis, 23 Oktober 2025, di Bumi Perkemahan setempat ini menjadi panggung inspiratif bagi 563 peserta dari 13 Kwartir Ranting se-kabupaten, termasuk panitia, peserta utama, Pinkon, Wapinkon, Bindamping, Pembantu Bindamping, dan tenaga medis. Jambore Pramuka 2025 ini bukan hanya perkemahan biasa, melainkan festival pendidikan karakter yang dirancang untuk membentuk generasi muda tangguh, siap menghadapi tantangan era digital dan global.

Bupati Anwar Sadat, yang dikenal sebagai pemimpin visioner di daerah pesisir Jambi ini, menyampaikan sambutan penuh semangat di hadapan ratusan pramuka penggalang yang berpakaian seragam hijau rapi. “Hari ini kita saksikan momentum berharga, di mana lebih dari 500 jiwa berkumpul dengan penuh kebanggaan sebagai bagian dari Gerakan Pramuka Tanjung Jabung Barat. Jambore Pramuka 2025 ini adalah peristiwa pendidikan sarat makna, di mana adik-adik belajar kebersamaan, kemandirian, disiplin, keberanian, kepemimpinan, persaudaraan, cinta tanah air, dan kepedulian sesama,” ujarnya. Ia menekankan bahwa perkemahan ini seperti miniatur kehidupan nyata, tempat para peserta mengasah keterampilan praktis sambil memperkuat iman dan akhlak mulia—nilai-nilai inti yang menjadi pondasi bangsa.

Acara pembukaan Jambore Pramuka 2025 ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tanjung Jabung Barat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang juga pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), para camat, Ketua Kwaran se-kabupaten, Andalan Ranting, Kamabigus, pembina, pendamping, serta seluruh tim pendukung. Suasana Bumi Perkemahan Muntialo, yang dikelilingi pepohonan rindang dan hamparan sawah hijau, semakin hidup dengan yel-yel pramuka dan barisan tenda yang tertata rapi. Ini menjadi gambaran sempurna betapa Pramuka telah meresap dalam budaya lokal Tanjung Jabung Barat, di mana alam alamiahnya—dari pantai hingga hutan mangrove—menjadi laboratorium alami untuk pembinaan alam dan petualangan.

Bupati Anwar Sadat tak lupa mengajak para peserta untuk menyelami setiap momen dengan semangat, disiplin, dan tanggung jawab. “Tunjukkan bahwa Pramuka Penggalang Tanjung Jabung Barat pantang menyerah, kreatif, dan siap tantangan. Jadilah teladan di perkemahan, sekolah, rumah, dan masyarakat,” pesannya, yang langsung disambut sorak sorai. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia, kakak-kakak pembina, pendamping, Pinkon, Wapinkon, serta tenaga medis atas dedikasi mereka. “Terima kasih atas keteladanan dan keikhlasan kalian dalam mendampingi adik-adik. Ingat, disiplin adalah kunci sukses—ajarkan itu dengan hati,” tegasnya. Di Tanjung Jabung Barat, di mana akses ke kegiatan ekstrakurikuler masih terbatas di pelosok, peran pendamping ini krusial, seperti yang terbukti di Jambore sebelumnya yang melahirkan pemimpin muda yang kini aktif di OSIS atau komunitas lingkungan.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti peran strategis Gugus Depan dan Kwartir Ranting sebagai garda terdepan pembinaan Pramuka. “Gugus Depan adalah tempat pembinaan langsung, sementara Kwaran adalah motor penggerak di tingkat kecamatan. Keberhasilan kita tak lepas dari mereka,” katanya. Ia juga mengingatkan para camat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) untuk terus mendukung kegiatan Pramuka di wilayahnya. Pemkab Tanjung Jabung Barat berkomitmen penuh, menyadari Pramuka sebagai mitra strategis dalam membangun SDM unggul, berkarakter, sehat, cerdas, dan global-ready. Dukungan ini termasuk alokasi anggaran APBD untuk peralatan kemah dan pelatihan pembina, serta integrasi Pramuka ke kurikulum sekolah negeri. Hasilnya? Tingkat partisipasi pramuka di kabupaten naik 25 persen dalam dua tahun terakhir, dengan banyak alumni yang sukses di bidang entrepreneurship hijau, seperti ekowisata di muara sungai.

Jambore Pramuka 2025 ini berlangsung selama beberapa hari, menjanjikan kenangan tak terlupakan bagi para peserta yang mayoritas remaja usia 11-15 tahun. Di akhir sambutan, Bupati Anwar Sadat memotong pita pembukaan, disertai pengibaran bendera dan nyanyian “Pramuka Hatiku”. Acara berlanjut dengan api unggun malam pertama, di mana cerita kepemimpinan nasional dibagikan, memperkuat rasa persaudaraan. Bagi Tanjung Jabung Barat, yang kaya potensi tapi menghadapi isu seperti banjir musiman, Jambore ini juga jadi ajang simulasi mitigasi bencana, melatih pramuka untuk jadi relawan tangguh.

Inisiatif seperti Jambore Pramuka 2025 ini membuktikan betapa Pramuka tetap relevan sebagai sekolah kehidupan di tengah gempuran gadget. Pemkab mengajak orang tua dan masyarakat untuk terlibat, misalnya melalui sponsorship atau jadi relawan. Dengan generasi muda yang dibentuk di sini, Tanjung Jabung Barat siap melahirkan pemimpin masa depan yang tak hanya pintar, tapi juga berhati nurani. Selamat bertabur prestasi, Pramuka Tanjab!