Beranda blog Halaman 7

Bupati Anwar Sadat Serahkan Bantuan Sembako, Ajak Warga Bijak Berbelanja dan Jaga Kesehatan

Kuala Tungkal – Rabu (3/12), Bupati tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat di Kecamatan Tungkal Ilir dan Kecamatan Bram Itam melalui Dinas Sosial. Penyaluran bantuan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Baqiyatush Shalihat ini menjadi wujud siapa saja yang hadir dalam kegiatan sosial, membicarakan apa saja bentuk kepedulian pemerintah daerah, kapan bantuan disalurkan, di mana lokasi penyaluran berlangsung, mengapa bantuan sembako penting bagi masyarakat, serta bagaimana pemerintah daerah berupaya menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi warga.

Penerima bantuan berasal dari Kelurahan Sungai Nibung dan Desa Sialang di Kecamatan Tungkal Ilir, serta Desa Pembengis dan Kelurahan Bram Itam Kiri di Kecamatan Bram Itam. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan dan membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Kehadiran Bupati Anwar Sadat dalam kegiatan ini menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya hadir dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Plt. Kepala Dinas Sosial beserta jajaran, Plt. Sekcam Bram Itam, Lurah Sungai Nibung, serta masyarakat penerima bantuan. Kehadiran para pejabat daerah memperlihatkan bahwa penyaluran sembako bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap warganya.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan bahwa penyaluran sembako ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan haul sekaligus langkah antisipatif terhadap potensi ketidakpastian pasokan pangan dari beberapa daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menganggarkan bantuan serupa untuk menjaga stabilitas pangan dan membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat. “Pemerintah daerah akan terus menganggarkan bantuan seperti ini untuk menjaga stabilitas pangan dan membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat,” ujarnya.

Selain menyoroti aspek pangan, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Perubahan cuaca ekstrem—panas, hujan, dan angin kencang—berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Ia menyebutkan bahwa hampir 300 pasien datang berobat dengan keluhan batuk, pilek, dan sakit kepala akibat perubahan cuaca. “Jaga kesehatan. Kurangi aktivitas yang berisiko saat angin kencang dan hujan lebat,” pesannya.

Menutup sambutannya, Bupati Anwar Sadat memberikan pesan bijak kepada masyarakat penerima bantuan agar memanfaatkan dana belanja yang biasanya digunakan untuk membeli beras untuk ditabung. Ia mengajak warga untuk menekan pengeluaran yang kurang bermanfaat. “Kurangi membeli rokok. Lebih baik uangnya ditabung untuk biaya sekolah anak atau untuk cita-cita seperti menunaikan ibadah haji,” ujarnya. Pesan ini menjadi dorongan moral agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan rumah tangga.

Kegiatan penyaluran sembako ini tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa kebutuhan pokok, tetapi juga membawa pesan moral dan sosial. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dan mengelola keuangan dengan bijak. Dengan demikian, bantuan sembako menjadi bagian dari strategi holistik pemerintah dalam membangun masyarakat yang tangguh, sehat, dan sejahtera.

Haul Syekh Muhammad Ali ke-15: Momentum Spiritual dan Kebersamaan di Ponpes Al Baqiyatush Shalihat

Kuala Tungkal – Selasa malam (2/12), Bupati tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama istri Hj. Fadhilah Sadat menghadiri Haul ke-15 Ayahanda Syekh Muhammad Ali bin Syekh Abdul Wahab, Muassis atau pendiri Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat. Acara yang digelar di kompleks Ponpes Al Baqiyatush Shalihat ini menjadi ajang siapa saja tokoh agama dan masyarakat berkumpul, membicarakan apa saja jasa pendiri pesantren, kapan haul diselenggarakan, di mana kegiatan berlangsung, mengapa haul menjadi tradisi penting, serta bagaimana rangkaian acara dilaksanakan dengan penuh khidmat.

Haul ke-15 ini bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan wujud penghormatan atas jasa besar Syekh Muhammad Ali dalam mendirikan dan membesarkan Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat. Tradisi haul di pesantren selalu menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri dan guru, sekaligus memperkuat keimanan serta mempererat persaudaraan antarumat. Kehadiran Bupati Anwar Sadat bersama keluarga menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang berakar kuat dalam masyarakat.

Rangkaian kegiatan haul berlangsung dengan penuh nuansa religius. Dimulai dengan pembacaan Maulid Nabi, dilanjutkan dengan Yasin dan Tahlil, doa bersama, serta prosesi Khataman Al-Qur’an Bil Qhoib 30 Juz. Prosesi khataman ini menjadi simbol komitmen santri dan masyarakat dalam menjaga tradisi membaca dan menghafal Al-Qur’an, sekaligus memperkuat spiritualitas di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan.

Dalam suasana penuh kekhidmatan, para tokoh agama dan masyarakat hadir memberikan doa dan penghormatan. Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Agung Basuki, S.IK., M.H., turut hadir bersama jajaran aparat, memperlihatkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan keagamaan. Kehadiran K.H. Abdul Hakim, S.Ag., pimpinan Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat, bersama para ustaz, tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, serta orang tua wali santri, semakin menambah makna kebersamaan dalam acara tersebut.

Bupati Anwar Sadat dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya haul yang dinilai sebagai tradisi mulia. Ia menekankan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat nilai spiritual, menjaga persatuan, dan menanamkan semangat kebersamaan. Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan moral generasi muda. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan yang memperkuat kehidupan beragama dan sosial masyarakat.

Haul ke-15 ini juga menjadi refleksi perjalanan panjang Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat dalam mendidik generasi muda. Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren ini telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang, baik di tingkat lokal maupun nasional. Tradisi haul menjadi pengingat bahwa keberhasilan pesantren tidak lepas dari jasa pendiri dan para guru yang dengan penuh keikhlasan membimbing santri.

Selain aspek spiritual, haul juga memperkuat ikatan sosial antarumat. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa pesantren tetap menjadi pusat kebersamaan dan solidaritas. Tradisi ini memperlihatkan bahwa nilai-nilai keagamaan mampu menyatukan masyarakat dalam satu tujuan, yaitu menjaga persaudaraan dan memperkuat iman.

Acara yang berlangsung hingga malam hari ditutup dengan doa bersama, menciptakan suasana penuh kedamaian dan harapan. Haul ke-15 Syekh Muhammad Ali menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan tetap relevan dan penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah, aparat, tokoh agama, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan terus berlangsung setiap tahun sebagai pengingat akan jasa para pendiri pesantren dan sebagai penguat spiritualitas umat.

Penutupan Diksar Menwa Sultan Thaha XVII: Wakil Bupati Katamso Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Penjaga Nilai

Kuala Tungkal – Senin (02/12), Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri penutupan pendidikan Dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Sultan Thaha Jambi ke-XVII Tahun 2025 yang digelar di Alun-alun Kota Kuala Tungkal, Kecamatan Tungkal Ilir, kabupaten Tanjung Jabung Barat. Acara ini menjadi momentum penting yang mempertemukan siapa saja pemimpin daerah dan unsur keamanan, membicarakan apa saja capaian pelatihan Menwa, kapan kegiatan berlangsung sejak dibuka pada 24 November, di mana lokasi pelaksanaan berada di pusat kota Kuala Tungkal, mengapa pelatihan ini dianggap strategis bagi mahasiswa, serta bagaimana proses penutupan dilakukan secara khidmat dan penuh semangat.

Sebelumnya, pada 24 November lalu, Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi membuka kegiatan Diksar Menwa Sultan Thaha Jambi XVII Tahun 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 79 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jambi. Kehadiran mahasiswa dari beragam kampus menunjukkan bahwa Menwa masih menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap bangsa.

Upacara penutupan diawali dengan pelepasan tanda pelatihan secara simbolis oleh Dandim 0419/Tanjab, Letkol Arm. Dwi Sutaryo, S.E., M.Han., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya pendidikan dasar ini. Menurutnya, peserta Menwa adalah representasi mahasiswa yang peduli terhadap keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa. Ia menegaskan bahwa seorang anggota Menwa harus mampu menunjukkan kecerdasan, kedewasaan, dan kedisiplinan dalam setiap langkah. “Jadilah penjaga nilai, bukan sekadar pengikut aturan. Jadilah pelopor kebaikan, bukan penonton keadaan,” tegasnya, memberikan pesan moral yang kuat kepada para peserta.

Penutupan kegiatan semakin meriah dengan atraksi keterampilan para peserta Diksar Menwa. Mereka menampilkan berbagai kemampuan hasil pelatihan di hadapan Wakil Bupati Katamso, Inspektur Upacara, Danmenwa, serta jajaran pasukan dari Kodim 0419/Tanjab, Polres Tanjung Jabung Barat, Satpol PP, Resimen Mahasiswa, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran. Atraksi ini menjadi bukti nyata bahwa pelatihan tidak hanya menanamkan teori, tetapi juga melatih keterampilan praktis yang relevan dengan tugas pengabdian.

Acara kemudian ditutup dengan senam komando bersama seluruh peserta Diksar dan tamu undangan. Senam ini menjadi simbol kebersamaan, kekompakan, dan semangat juang yang harus terus dijaga oleh anggota Menwa. Kehadiran Wakil Bupati Katamso dalam kegiatan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap peran mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai kebangsaan.

Selain unsur pemerintahan dan aparat keamanan, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, antara lain Plt. Kadispora, Kadis DTPH, Kepala BPBD, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperindag, Kadis Dukcapil, Kadis Perhubungan, serta perwakilan Kesbangpol. Tidak ketinggalan organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, insan pers, dan tamu undangan lainnya turut hadir, memperlihatkan bahwa kegiatan Menwa mendapat dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat.

Diksar Menwa Sultan Thaha Jambi XVII Tahun 2025 menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan. Melalui pendidikan dasar ini, mereka dibekali dengan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat pengabdian. Pemerintah daerah berharap agar para peserta mampu menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat, sekaligus menjadi generasi muda yang tangguh menghadapi tantangan zaman.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan Menwa Sultan Thaha Jambi semakin solid dan mampu berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persatuan bangsa. Penutupan Diksar bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang para mahasiswa dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara.

HUT ke-77 Batanghari: Momentum Kebersamaan, Sinergi Daerah, dan Harapan Menuju Jambi Tangguh

Batanghari – Senin (1/12), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama Ketua TP-PKK kabupaten Tanjab Barat Hj. Fadhilah Sadat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Batanghari dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kabupaten Batanghari. Acara yang berlangsung di ruang sidang DPRD ini mengusung tema “Khitmad untuk Batanghari Super Tangguh” dan dihadiri oleh siapa saja yang memiliki peran penting, membicarakan apa saja capaian serta harapan daerah, kapan momentum kebersamaan ini digelar, di mana perayaan berlangsung, mengapa usia ke-77 menjadi simbol kematangan, serta bagaimana sinergi antar daerah terus diperkuat.
Peringatan HUT ke-77 Kabupaten Batanghari berlangsung khidmat dengan kehadiran Gubernur Jambi Al Haris, anggota DPR RI Hasan Basri Agus, Ketua DPRD Provinsi Jambi, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, serta unsur Forkopimda Kabupaten Batanghari. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menegaskan bahwa perayaan ulang tahun daerah bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat kebersamaan lintas wilayah di Provinsi Jambi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan HUT Batanghari yang dinilai sukses dan penuh makna. Ia menegaskan bahwa usia ke-77 adalah fase kematangan bagi sebuah daerah, di mana pembangunan dan kesejahteraan masyarakat harus semakin nyata. Anwar Sadat juga menekankan pentingnya hubungan antar daerah, khususnya antara Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Batanghari, agar terus terjalin sinergi demi kemajuan bersama. “Semoga di usia yang semakin matang ini, Kabupaten Batanghari terus tumbuh menjadi daerah yang maju dan sejahtera. Sebagai daerah yang bertetangga, kami berharap sinergi dan kerja sama yang baik dapat terus terjalin demi kesejahteraan masyarakat yang kita cintai bersama. Dirgahayu Kabupaten Batanghari,” ujarnya.
Tema “Khitmad untuk Batanghari Super Tangguh” menjadi refleksi atas semangat masyarakat Batanghari untuk tetap kuat menghadapi tantangan zaman. Tema ini juga mencerminkan tekad pemerintah daerah dalam membangun Batanghari dengan penuh pengabdian, meski menghadapi keterbatasan anggaran maupun tantangan pembangunan. Kehadiran para pemimpin daerah dari berbagai kabupaten/kota di Jambi memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan menjadi fondasi utama dalam membangun provinsi secara kolektif.
Gubernur Jambi Al Haris dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap semangat membangun Batanghari dan Provinsi Jambi. Ia menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang untuk terus maju. “Harapan saya, Batanghari tetap tangguh ke depan, solid antara DPRD, pemerintah, dan masyarakat. Mudah-mudahan doa kita bersama, Batanghari dan seluruh daerah di Jambi bisa terus maju dan tidak kalah dengan kota-kota hebat di Indonesia,” tuturnya. Pesan ini menjadi dorongan moral bagi masyarakat Batanghari agar tetap optimis dan berdaya saing.
Selain itu, perayaan HUT ke-77 juga menjadi ajang silaturahmi antar pemimpin daerah. Kehadiran bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi memperkuat komitmen bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus saling mendukung. Sinergi antar daerah diharapkan mampu menciptakan stabilitas sosial, memperkuat ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Momentum ulang tahun ini juga menjadi refleksi perjalanan panjang Kabupaten Batanghari dalam membangun daerah. Dengan usia yang semakin matang, Batanghari diharapkan mampu menghadapi tantangan global, memperkuat sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur. Dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat menjadi faktor penting agar Batanghari dapat tumbuh menjadi daerah yang tangguh dan berdaya saing.
Peringatan HUT ke-77 Batanghari bukan hanya perayaan simbolik, melainkan juga penegasan komitmen bersama untuk terus melangkah maju. Kehadiran tokoh-tokoh penting, pesan kebersamaan, serta harapan besar dari para pemimpin daerah menjadi energi baru bagi masyarakat Batanghari untuk menatap masa depan dengan penuh optimisme. Dengan semangat “Super Tangguh”, Batanghari diharapkan mampu menjadi daerah yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Pelatihan Calon Kepala Sekolah 2025: Anwar Sadat Dorong Kepemimpinan Transformasional untuk Pendidikan Berkualitas

Jambi – Senin (01/12), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ibunda Guru kabupaten Tanjung Jabung Barat Hj. Fhadilah Sadat, menghadiri kegiatan Pelatihan Calon Kepala Sekolah jenjang TK, SD, dan SMP Tahun 2025 yang berlangsung di kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi. Acara ini mempertemukan siapa saja pemangku kepentingan pendidikan, membicarakan apa saja strategi peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah, kapan pelatihan dilaksanakan, di mana kegiatan berlangsung, mengapa kepemimpinan sekolah menjadi kunci kemajuan pendidikan, serta bagaimana pelatihan ini dirancang untuk membentuk calon kepala sekolah yang berkarakter dan visioner.

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan atas kerja sama pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta Petrochina International Jabung Ltd. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dunia usaha dan perguruan tinggi. Turut hadir Kepala BPMP Provinsi Jambi beserta jajaran, Kepala BGTK Provinsi Jambi, perwakilan LPPM Universitas Jambi, Bupati Tanjung Jabung Timur yang diwakili Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjab Barat, perwakilan Petrochina International Jabung Ltd., serta para peserta pelatihan dari dua kabupaten.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan ikhtiar bersama untuk membangun pondasi kepemimpinan sekolah yang kokoh. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah adalah motor penggerak perubahan, penjaga integritas, sekaligus penentu arah perkembangan satuan pendidikan. Di tangan kepala sekolah, budaya belajar, budaya kerja, dan budaya berprestasi dibentuk serta diwujudkan.

Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk membangun kapasitas sekaligus memperkuat karakter calon pemimpin sekolah. Seorang kepala sekolah, kata Bupati, tidak cukup hanya berperan sebagai manajer administrasi, tetapi harus menjadi agen transformasi yang mampu menciptakan lingkungan pendidikan positif, produktif, berkualitas, harmonis, dan berdaya saing. Kepemimpinan transformasional diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus membawa sekolah ke arah yang lebih maju.

“Kepada para peserta, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ikuti setiap sesi dengan kesungguhan, keterbukaan pikiran, dan semangat belajar sepanjang hayat. Jadilah pribadi yang siap merubah dan siap memimpin perubahan. Kepala sekolah yang hebat adalah pemimpin yang mau mendengar, mau belajar, dan mau berjuang bersama warga sekolahnya,” ujar Bupati Anwar Sadat, memberikan motivasi kepada para calon kepala sekolah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemimpin yang baik tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga memberikan inspirasi. Tidak sekadar menegakkan aturan, tetapi menanamkan keteladanan. Tidak hanya menjaga rutinitas, tetapi menciptakan inovasi yang membawa kemajuan bagi peserta didik. Kepala sekolah diharapkan menjadi teladan yang mampu membangun budaya kerja kolaboratif dan mendorong lahirnya prestasi.

Pelatihan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat jejaring antar calon kepala sekolah dari dua kabupaten. Dengan adanya interaksi lintas daerah, diharapkan lahir gagasan baru dan praktik baik yang bisa diterapkan di masing-masing sekolah. Dukungan dari Petrochina International Jabung Ltd. menunjukkan bahwa dunia usaha juga memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam menyiapkan pemimpin sekolah yang tangguh.

Bupati Anwar Sadat menutup sambutannya dengan doa dan harapan agar pelatihan ini menjadi titik awal perubahan besar dalam dunia pendidikan. “Semoga pelatihan ini menjadi titik awal perubahan yang lebih besar, lebih bermakna, dan lebih berdampak bagi kemajuan pendidikan di kabupaten yang kita cintai. Semoga Allah SWT memberkahi langkah kita, meridhoi ikhtiar kita, dan memudahkan cita-cita kita dalam membangun pendidikan yang berkualitas,” tutupnya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan calon kepala sekolah mampu menjadi pemimpin yang visioner, inspiratif, dan inovatif. Kepemimpinan yang kuat akan menjadi fondasi bagi terciptanya sekolah yang unggul, berdaya saing, dan mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

“Rakor Nasional: Pemerintah Pusat dan Daerah Satukan Langkah Antisipasi Natal 2025 & Tahun Baru 2026”

Kuala Tungkal – Pada Senin (1/12), Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., mengikuti rapat koordinasi (rakor) kepala daerah bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian secara daring dari Ruang Rapat Bupati Tanjung Jabung Barat. Rapat ini digelar untuk membahas bagaimana pemerintah pusat dan daerah dapat mengantisipasi momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 agar berlangsung aman, tertib, dan lancar. Rakor tersebut menjadi forum penting yang mempertemukan siapa saja yang berwenang, membicarakan apa saja langkah konkret yang harus dilakukan, kapan momentum pengamanan perlu dimulai, di mana koordinasi harus diperkuat, mengapa kesiapsiagaan menjadi krusial, dan bagaimana strategi antisipasi dirancang secara terpadu.

Keikutsertaan Wakil Bupati Katamso menegaskan komitmen Pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat serta seluruh pemangku kepentingan di daerah. Fokus utama adalah kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat, peningkatan kebutuhan pangan, serta aspek keamanan yang kerap menjadi perhatian besar setiap kali memasuki periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Momentum ini selalu identik dengan arus mudik, perayaan di ruang publik, hingga meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.

Dalam rakor tersebut, Wakil Bupati didampingi sejumlah pejabat penting daerah, mulai dari Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, perwakilan Polres, perwakilan Kodim 0419/Tanjab, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, hingga jajaran kepala dinas seperti DTPH, Pertanian, Perhubungan, Kesehatan, PU, serta Basarnas dan BPBD. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi potensi kerawanan di akhir tahun.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang memimpin rakor secara langsung, menekankan pentingnya memastikan kelancaran sistem transportasi darat, laut, maupun udara. Mobilitas masyarakat diprediksi meningkat tajam, baik untuk merayakan Natal, melakukan perjalanan mudik, maupun berwisata. Tito juga mengingatkan bahwa kebutuhan pangan akan melonjak seiring aktivitas belanja masyarakat. Oleh karena itu, kementerian, lembaga, dan perangkat daerah yang menangani sektor pangan diminta memperkuat koordinasi agar stok tetap tersedia dan harga tetap terjangkau.

Selain transportasi dan pangan, aspek keamanan menjadi sorotan utama. Mendagri menegaskan perlunya antisipasi terhadap potensi bencana alam di kawasan wisata, kemacetan lalu lintas, hingga kerawanan akibat konsentrasi massa pada malam pergantian tahun. Ia mengingatkan agar tragedi di ruang publik, seperti insiden Halloween di Seoul beberapa tahun lalu, tidak terulang di Indonesia. Karena itu, pengamanan harus direncanakan matang dengan melibatkan seluruh unsur daerah.

Di tingkat daerah, kepala daerah bersama Forkopimda diminta segera menindaklanjuti hasil rakor dengan melaksanakan rapat koordinasi lanjutan, memetakan potensi kerawanan, serta menyusun langkah antisipatif sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Pemerintah daerah harus memastikan seluruh potensi kerawanan, baik dari sisi bencana, kemacetan, kerumunan massa, maupun distribusi kebutuhan pokok, tercakup dalam rencana operasi pengamanan Nataru.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan turut memberikan paparan dengan menekankan lima langkah prioritas. Pertama, menjaga solidaritas dan kekompakan Forkopimda. Kedua, meningkatkan koordinasi lintas instansi. Ketiga, memastikan kelancaran mobilitas masyarakat. Keempat, menjamin keamanan tempat ibadah dan pusat keramaian. Kelima, menjaga stabilitas sosial dan ketertiban umum. Ia menekankan bahwa pendekatan keamanan harus strategis, preventif, humanis, kolaboratif, berbasis intelijen dan data, serta didukung komunikasi publik yang efektif.

Hal-hal teknis juga menjadi perhatian, seperti pengaktifan posko siaga bencana, penguatan logistik darurat, jalur evakuasi, hingga dukungan TNI–Polri dalam operasi kemanusiaan. Koordinasi intensif antara BMKG, BPBD, BNPB, dan Basarnas terkait informasi cuaca juga dianggap vital. Keberhasilan pengamanan Nataru, ditegaskan, sangat bergantung pada soliditas Forkopimda, minimnya ego sektoral, langkah cepat berbasis data, serta koordinasi berjenjang di semua level pemerintahan.

Rakor ini juga menghadirkan paparan dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kepala BMKG, Menteri Kesehatan, Menteri Pariwisata, Basarnas, Wakil Kepala BIN, Deputi 1 BNPB, Direktur Utama Perum Bulog, perwakilan PLN, Sekjen Kementerian Perhubungan, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pertamina, Kementerian Pertanian, serta Bakamla RI. Kehadiran mereka memperkuat gambaran bahwa pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan kerja kolektif seluruh elemen bangsa.

Dengan koordinasi yang matang, pemerintah berharap momentum Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh sukacita. Rakor ini menjadi bukti nyata bahwa antisipasi dini adalah kunci untuk menjaga stabilitas sosial, keamanan publik, serta kelancaran aktivitas masyarakat di penghujung tahun.

Zakat Produktif Cetak 22 Santri Berdaya

Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, secara resmi membuka pelatihan pangkas rambut bagi 22 santri sebagai bentuk konkret zakat produktif yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat di Hotel Rivoli Kuala Tungkal, Jumat (28/11). Program intensif dua hari ini dirancang untuk membekali santri dengan keterampilan vokasi praktis, mengubah dana sosial keagamaan menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi pesantren.

Zakat Produktif: Dari Dana Sosial Jadi Motor Penggerak Ekonomi Santri

Pembukaan ditandai aksi simbolis pemotongan rambut oleh Bupati dan Wakil Bupati. Tak kurang dari delapan pondok pesantren menerima paket peralatan pangkas rambut lengkap, sementara satu siswi berprestasi mendapat bantuan dana untuk lomba pidato nasional. Acara ini menegaskan komitmen pemberdayaan yang menyeluruh, tidak hanya sekadar pelatihan.

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menekankan paradigma baru. Menurutnya, santri masa kini harus menguasai ilmu agama sekaligus keterampilan hidup yang dapat menjadi bekal berwirausaha. “Pelatihan ini adalah investasi nyata. Melalui zakat produktif, kita tak hanya menyalurkan bantuan, tapi menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kolaborasi strategis antara Baznas, perbankan syariah (BSI, BRI, Bank 9 Jambi), dan pelaku usaha seperti Barber Shop Taher yang menyediakan instruktur profesional. Sinergi segitiga antara filantropi, perbankan, dan dunia usaha ini dianggap model ideal untuk memaksimalkan dampak sosial dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS).

Ketua Baznas Tanjab Barat, Ahmad Haziq, membeberkan strategi program. Dua santri per ponpes yang dilatih diharapkan menjadi pioneer yang akan meregenerasi ilmu ke rekan-rekannya. “Ini adalah siklus pemberdayaan. Santri yang sudah mandiri nantinya diharapkan dapat berkontribusi kembali melalui infaq, memperkuat siklus kebajikan,” jelasnya.

Zahdan, santri Ponpes Al Anwar, tak menyembunyikan antusiasmenya. “Ini peluang usaha halal yang sangat nyata. Skill ini bisa langsung dipraktikkan di pondok dan menjadi bekal ketika pulang ke masyarakat,” ujarnya. Testimoni ini menyiratkan optimisme bahwa keterampilan vokasi dapat segera ditransformasikan menjadi nilai ekonomi.

Bupati Anwar Sadat juga menyoroti efisiensi program. Dengan memiliki tukang cukur andal di lingkungan pesantren, kebutuhan santri terlayani dan uang bisa berputar di internal lembaga. Pemerintah daerah dan Baznas berkomitmen melakukan pendampingan dan evaluasi untuk kemungkinan perluasan bantuan jika usaha ini dikelola dengan baik.

Kehadiran seluruh unsur terkait, mulai dari Diskoperindag, perbankan, hingga pimpinan ponpes, menunjukkan bahwa program zakat produktif ini dipandang sebagai langkah strategis. Program ini tidak lagi sekadar charity, melainkan pendekatan sistematis untuk membangun kemandirian ekonomi dari akar rumput, dimulai dari lingkungan pendidikan keagamaan.

Habib Luthfi Resmikan Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok Tanjabbar

TANJUNG JABUNG BARAT – Gelombang antusiasme masyarakat Tanjung Jabung Barat terlihat jelas pada Sabtu siang, 22 November 2025. Ribuan warga bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) memenuhi halaman Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok di Desa Gemuruh, Kecamatan Tungkal Ulu. Mereka datang untuk menghadiri Tabligh Akbar sekaligus menyaksikan peresmian resmi Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok oleh Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, ulama besar yang selalu menjadi magnet bagi umat.

Acara yang berlangsung khidmat itu menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan Islam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Habib Luthfi, yang hadir didampingi pembina yayasan, menyampaikan tausiyah yang menggugah kesadaran tentang peran strategis pondok pesantren dalam membentuk generasi berakhlak mulia.

“Keberadaan pondok pesantren bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama, tapi juga laboratorium pembentukan karakter bangsa,” tegas Habib Luthfi. Beliau menekankan bahwa kemajuan suatu negara tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, melainkan dari kualitas akhlak generasi mudanya.

Baca Juga :

Bupati Anwar Sadat Pimpin Yasinan Doa Bersama Hari Santri 2025: Doa untuk Korban Sidoarjo dan Komitmen Bantuan Pesantren

“Kalau ingin birokrasi bersih, pelayanan publik prima, dan negara kuat, maka pendidikan akhlak harus jadi prioritas utama,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah yang mendengarkan dengan khusyuk.

Habib Luthfi juga mengingatkan bahaya ilmu tanpa adab. Menurutnya, ilmu yang tidak dibingkai akhlakul karimah justru bisa menjadi bumerang. “Kita sering melihat oknum pejabat atau profesional yang pintar, tapi terjerat korupsi, narkoba, hingga pelecehan seksual. Itu semua karena ilmu mereka tidak diimbangi akhlak dan adab,” tandasnya dengan nada tegas namun penuh kasih.

Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok sendiri berdiri megah di atas lahan seluas 31,4 hektare, dengan 10 hektare di antaranya sudah dibangun berbagai fasilitas pendukung. Saat ini, kompleks pendidikan ini tidak hanya memiliki pondok pesantren yang menampung 89 santri, tapi juga lembaga formal lainnya: Raudhatul Athfal (50 siswa), Madrasah Tsanawiyah (378 siswa), dan Madrasah Aliyah (120 siswa).

Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap dan modern untuk ukuran pesantren di daerah. Ruang belajar ber-AC, menu makanan bergizi setiap hari, layanan laundry gratis, hingga laboratorium komputer menjadi bukti bahwa pesantren ini ingin memberikan kenyamanan maksimal bagi santri. Ke depan, pondok ini dirancang mampu menampung hingga 3.000 santri dari berbagai penjuru Indonesia.

Tak hanya fokus pada pelajaran formal dan tahfidz, pesantren ini juga aktif mengembangkan bakat santri melalui beragam ekstrakurikuler, seperti hadrah, tilawah Al-Qur’an, drumband, pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), hingga pelatihan keterampilan komputer. Kombinasi antara pendidikan agama, akademik, dan keterampilan hidup ini diharapkan melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.

Peresmian pondok pesantren ini juga dihadiri deretan tokoh penting, baik dari kalangan militer, kepolisian, pemerintahan, maupun akademisi. Hadir antara lain Staf Khusus Kasad, Danrem 042/Garuda Putih, Dandim 0419/Tanjab, Direktur Intelkam Polda Jambi, Rektor UIN STS Jambi, Kapolres Tanjung Jabung Barat beserta jajarannya, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Ketua DPRD, serta Ketua PCNU setempat.

Keberadaan Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok diharapkan menjadi oase baru pendidikan karakter di Tanjung Jabung Barat, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pilar peradaban bangsa di tengah gempuran era digital.

3 Pilar Utama Pendidikan yang Menggetarkan Hati di HUT PGRI ke-80

Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, menegaskan bahwa guru merupakan pilar utama pendidikan yang tak tergantikan dalam menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045. Pernyataan strategis ini disampaikannya saat memimpin senam massal peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI di Alun-Alun Kuala Tungkal, Sabtu (22/11). Acara bertema “Guru Hebat Indonesia Kuat” yang diselenggarakan oleh PGRI setempat ini dihadiri ribuan guru, unsur Forkopimda, siswa, dan masyarakat, meneguhkan komitmen bersama untuk pendidikan berkualitas.

Menguak Peran Strategis Guru sebagai Pilar Utama Pendidikan

Dalam pidatonya yang penuh penghargaan, Bupati Anwar Sadat menyentuh hati dengan menyebut guru sebagai orang tua kedua dan penjaga moral generasi. Ia menekankan, di era yang sarat perubahan, tugas guru melampaui transfer ilmu menjadi pembentuk karakter bangsa yang tangguh. “Martabat dan akhlak guru adalah warisan berharga yang harus dijaga di mana pun mereka berada,” seru Bupati, disambut gemuruh tepuk tangan.

Namun, Sadat tak menutup mata. Dengan suara lantang, ia mengurai tantangan kompleks yang membayangi pilar utama pendidikan ini. Regulasi pencegahan kekerasan, isu HAM, dan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar disebutnya sebagai realitas yang harus dihadapi dengan bijak. Ia mengingatkan, pendidikan harus tetap berdenyut pada nilai etika dan tanggung jawab, tidak sekadar terjebak dalam batasan formal.

Sebagai bentuk nyata dukungan, Pemerintah Daerah disebutkannya terus memperkuat fondasi fisik pendidikan. Secara rinci, Bupati memaparkan progres pembenahan sarana dan prasarana dari tahun 2021 hingga 2025. “Hampir semua sekolah dasar dan menengah pertama di wilayah kita telah merasakan peningkatan. Hanya tersisa sedikit yang sedang dalam proses penyempurnaan akhir,” jelasnya penuh keyakinan.

Sentuhan emosional kembali terasa ketika Sadat menyatakan bahwa semua pembangunan fisik akan sia-sia tanpa kehadiran guru yang penuh dedikasi. “Guru adalah garda terdepan yang mengukir masa depan dengan setiap pelajaran dan keteladanan. Mereka adalah nyawa dari semua kebijakan yang kita buat,” ungkapnya, menggugah semangat semua pendidik yang hadir.

Acara yang juga dihadiri Ibunda Guru Kabupaten, Hj. Fadhilah Sadat, ini dirancang sebagai pelecut semangat. Ketua PGRI Tanjab Barat dalam laporannya menyebut, peringatan ini adalah momentum untuk menyatukan kembali niat dan memperkuat silaturahmi antar seluruh aktor pendidikan, selaras dengan Visi “Berkah Madani”. Senam bersama simbolis ini merepresentasikan kesehatan jasmani dan rohani yang diperlukan dalam profesi mulia tersebut.

Keikutsertaan perwakilan dari berbagai lapisan, termasuk perbankan seperti Bank BSI Cabang Kuala Tungkal, memberikan nuansa berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap guru telah meluas menjadi gerakan kolektif. Dukungan multi-stakeholder ini dianggap vital untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan pilar utama pendidikan ini bekerja dengan optimal, bermartabat, dan penuh dukungan.

Perayaan yang meriah ini akhirnya bukan sekadar seremonial. Ia menjadi pengingat publik bahwa di balik semua wacana besar tentang masa depan bangsa, ada pundak guru yang tetap tegak menyangga beban itu. Peran mereka sebagai pilar utama pendidikan bukanlah metafora, melainkan realitas yang perlu terus dirawat, dihargai, dan diperkuat oleh semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga orang tua murid.

Akurasi Data Bantuan Sosial: 150 Paket Sembako Bukti Nyata Perangi Salah Sasaran!

Kuala Tungkal – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menegaskan bahwa akurasi data bantuan sosial merupakan kunci absolut untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan dan ketimpangan. Pernyataan tegas ini disampaikannya saat membuka kegiatan Verifikasi dan Validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Tahun 2025 tingkat Rukun Tetangga (RT) se-Kecamatan Tungkal Ilir, di Balai Pertemuan Kantor Bupati, pada Senin (17/11). Kegiatan yang dihadiri seluruh lurah, kepala desa, dan ketua RT ini bertujuan memastikan basis data penerima bantuan pemerintah bebas dari kesalahan dan tepat sasaran.

Dalam arahan pembukaannya, Bupati Anwar Sadat menyatakan bahwa data yang akurat bukan sekadar angka administratif. Data tersebut adalah fondasi dalam menyusun kebijakan publik yang berkeadilan dan efektif menyentuh akar persoalan. “Untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial, akurasi data bantuan sosial adalah kuncinya. Selama ini, masih banyak laporan bahwa warga yang layak justru tidak mendapatkan bantuan. Ini adalah bentuk ketidakadilan yang tidak boleh terulang,” tegas Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten, Hj. Fadhilah Sadat.

Related: Tanjab Barat Terima 6.661 Sambungan Jargas: Pemerintah Dorong Energi Bersih dan Terjangkau

Ia menekankan, ketidakakuratan data berimbas pada kebocoran anggaran, penurunan kepercayaan publik, dan kegagalan program pemerintah dalam mengurangi kemiskinan. Karena itu, proses verifikasi dan validasi harus dilakukan dengan ketat dan penuh tanggung jawab.

Bupati Sadat secara gamblang menyoroti peran sentral Ketua RT sebagai ujung tombak. Mereka adalah garda terdepan yang paling memahami kondisi riil warga. Namun, di situlah tantangan terbesar sering muncul. “Pernah dalam sebuah pertemuan, beberapa ibu-ibu mendatangi saya dan dengan lirih mengaku tidak pernah sekalipun menerima bantuan sembako, padahal kondisi ekonomi mereka sangat memprihatinkan. Ini adalah buah dari data yang tidak akurat,” ujarnya.

Ia mengingatkan, beban moral ini harus dijawab dengan integritas. Bupati juga memberikan insentif berupa janji peningkatan imbalan bagi RT yang bekerja dengan baik. Imbalan ini bukan hanya materiil, tetapi juga pengakuan atas kontribusi mereka membangun keadilan sosial.

Related: Bupati Anwar Sadat Gelar Coffee Morning: Sinergi Informasi Kunci Wujudkan Tanjab Barat Berkah Madani

Sebagai bukti komitmen dan contoh konkret, Bupati bersama Ketua TP PKK langsung menyalurkan 150 paket sembako dalam acara tersebut. Penyaluran ini secara khusus dilakukan berdasarkan Data Tunggal hasil verifikasi awal DTSEN 2025. “Ini adalah contoh nyata. Bantuan hanya boleh menyasar mereka yang namanya tercantum dalam data terverifikasi. Proses ini harus transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Anwar Sadat.

Penyerahan simbolis ini dimaksudkan sebagai pilot project dan pembelajaran bagi seluruh perangkat daerah dan ketua RT. Harapannya, model penyaluran berbasis data akurat ini dapat direplikasi di semua kecamatan.

Menanggapi arahan Bupati, Asisten Administrasi Umum sekaligus Plt. Kepala Dinas Sosial, Ir. H. Agus Sanusi, M.Si., menjelaskan mekanisme teknisnya. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut rapat persiapan yang telah digelar sebelumnya. “Kecamatan Tungkal Ilir dipilih sebagai yang pertama memulai proses verifikasi dan validasi DTSEN 2025. Ini menunjukkan perhatian serius pemkab,” jelas Agus Sanusi.

Ia menambahkan, untuk menjaga dinamika sosial ekonomi, data tunggal ini akan diperbarui secara rutin setiap tiga bulan. Data yang mutakhir ini kemudian akan diserahkan ke Badan Pusat Statistik (BPS) untuk proses perangkingan atau penentuan desil kesejahteraan. “Dengan pembaruan rutin, kami berharap tidak ada lagi warga yang terlewat. Akurasi data bantuan sosial adalah living document yang harus selalu dijaga,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bertekad memutus mata rantai keluhan warga dan membangun sistem perlindungan sosial yang lebih terpercaya dan berintegritas.